Mamuju.Sulbar- reaksipress.com -Gelombang setinggi 6 meter terjadi di Mamuju pukul 17.02 WIB,menyebabkan ribuan warga kota Mamuju Sulawesi Barat panik dan berhamburan ke luar rumah menuju dataran tinggi.

“Akibat gempa 7,7 SR terjadi tsunami. Naiknya air laut di Kota Palu mencapai 1,5 meter. Sementara kenaikan air laut di Mamuju mencapai 6 meter, dan dalam pemantauan gelombang tsunami yang terjadi di Mamuju berakhir pukul 17.27 WIB. Sementara tsunami di Palu, berakhir pukul 17.36 WIB.” kata Dwikorita Karnawati Ketua BMKG, Jumat malam (28/9/2018).

Akibat gempa bumi tektonik berkekuatan 7,7 SR yang mengguncang Kabupaten Mamuju (Sul-Bar), ribuan warga menjadi panik dan berhamburan dan berinisiatif menuju kelapa tujuh, dataran tinggi yang letaknya berhadapan langsung dengan pusat kota Mamuju. Dari pantauan BMKG, gempa terdeteksi di kedalaman 20 km. dan berpotensi tsunami.

“Satu rumah milik warga di Kota Mamuju roboh saat gempa berpusat di Palu terjadi tapi beruntung pemiliknya sudah keluar dari rumah saat gempa terjadi, sehingga tidak mengakibatkan korban,” kata Kepala Kelurahan Binanga Kecamatan Mamuju Kabupaten Mamuju, Irham Saleh di Mamuju.(29/9/2018).

Habli Jurnalis Reaksi Press melaporkan, bahwa warga yang meninggalkan rumah, belum mau kembali ke rumah mereka, dan memilih meninggalkan rumah, sebab air laut di sekitar pantai Manakarra Mamuju juga mulai naik. Ratusan kendaraan roda dua dan roda empat, memadati jalan menuju kelapa tujuh dekat rumah jabatan Bupati, beberapa rumah di Babana dan Batulana juga rusak akibat gempa,” kata dia

“Ribuan masyarakat berlarian juga ada yang menggunakan kendaraan roda dua dan empat ke wilayah gunung yang mengelilingi Kota Mamuju karena khawatir tsunami melanda Kota Mamuju,” katanya.

Sementara di Topoyo Mamuju tengah, menurut salah satu warga, Abbas mengatakan Warga di Batulana, Mamuju Tengah, Sulawesi Barat yang tinggal di pesisir pantai sudah mengungsi, karena gempa yang terjadi berkali-kali kemarin dan antisipasi jika terjadi gelombang tsunami pada malam hari.

Wilayah Topoyo, yang berjarak sekitar 5 jam perjalanan dari Donggala dilaporkan juga mengalami dampak cukup parah akibat gempa dan tsunami.

TULIS TANGGAPAN ANDA PADA KOLOM DI BAWAH INI, TERKAIT DENGAN BERITA DI ATAS
Ads
Pasang Iklan ReaksiPRESS