Pangkep.Sulsel- reaksipress.com -Pasar properti yang lesu ikut menyeret sejumlah perusahan marmer di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulsel gulung tikar akibat kurangnya permintaan pasar.

Hal ini disampaikan oleh Bidang Pengendalian dan Pengawasan Tambang, Dinas Lingkungan Hidup Pangkep, Bapak Rudy Budi.

Menurutnya, usaha marmer di Pangkep tidak lagi signifikan. Bahkan mulai mengalami penurunan bahkan dari puluhan perusahaan marmer yang ada, saat ini hanya tersisa sekitar sepuluh perusahaan marmer yang aktif beroperasi.

“Data pastinya masih akan kita cek, karena ada perusahaan yang berizin tetapi sudah tidak beroperasi lagi. Persoalannya banyak yang tutup karena ada regulasi yang susah terhadap perusahaan,” ungkapnya.

Menurutnya, salah satu penyebab adalah aturan UU 23 dan UU nomor 4 Tahun 2009 yang tidak membolehkan mengekspor bahan mentah.

“Perusahaan sulit bersaing, karena harus ekspor barang jadi. Ini yang menyulitkan perusahaan. Makanya mereka memilih tutup karena sulit bersaing dengan negara luar,” paparnya.

Dari data yang dihimpun dari berbagai sumber, 11 perusahaan marmer di Kabupaten Pangkep yang tutup 2 tahun terakhir yakni:

1. Celebes Indonesian Marbel di Desa Bantimurung, Kecamatan Tondong Tallasa
2. Citra Metro Jayaputra di Desa Mangilu, Kecamatan Bungoro,
3. Celebes Marmer Indo di Desa Mangilu, Kecamatan Bungoro,
4. Cahaya Marmer Perkasa di Desa Tabo-tabo, Kecamatan Bungoro,
5. Grasada Internasional di Desa Bantimurung, Kecamatan Tondong Tallasa,
6. Anugerah Marmer Jelita di Desa Bulu Tellue, Kecamatan Tondong Tallasa
7. Batu Besar Tabo-tabo terletak di Desa Tabo-tabo, Kecamatan Bungoro
8. Anugerah Marmer Abadi di desa Mangilu, Kecamatan Bungoro. Dialihkan ke grup Grasada Internasional
9. Gunung Nas Persada Jaya di Desa Bara Batu, Kecamatan Labakkang.
10. PT Daya Cayo Asritama di Desa Mangilu, Kecamatan Bungoro. .
11. PT. Karya Asta Alam (KAA) di Tondong Tallasa

TULIS TANGGAPAN ANDA PADA KOLOM DI BAWAH INI, TERKAIT DENGAN BERITA DI ATAS
Ads
Pasang Iklan ReaksiPRESS