Nasional- reaksipress.com -Polemik penghapusan Honorer Kategori 2 oleh Kemen PAN- RB dan pembatasan usia jalur CPNS 2018 jalur K2 terus memantik reaksi dari berbagai pihak.

Ketua Umum Adkasi Lukman Said bahkan menggaungkan agar Menteri PAN-RB Asman Abnur diganti.

“seluruh tenaga honorer K2 saya minta menyebarkan itu,” kata Lukman saat dimintai konfirmasi.

Menurut Lukman, pada Rakernas Adkasi yang dihadiri Presiden Jokowi pun isu tentang pengangkatan tenaga honorer sudah disampaikan Jokowi, kata Lukman. kemudian menyanggupinya dan meminta MenPAN-RB, Menteri Keuangan, dan Menteri Luar Negeri menindaklanjuti permintaan tersebut.

“Tapi intinya, tupoksinya MenPAN-RB, ada surat perintah presiden, kami anggap ini Menteri PAN-RB tak serius, karena berlarut-larutnya,” ujar politikus PDIP ini. Lukman kemudian menjelaskan pengangkatan tenaga honorer K2 jadi PNS juga harus didahului revisi UU ASN. Namun, menurut Lukman, MenPAN-RB Asman Abnur belum menyetorkan bahan revisi undang-undang tersebut ke DPR.

Akibat ketidak becusan itu, ratusan ribu honorer kategori dua (K2) bakal melakukan aksi besar-besaran dan diperkirakan akan diikuti 439 ribu honorer K2 dari Sabang sampai Merauke, termasuk di drpan Istana Negara.

Keputusan untuk aksi demo besar-besaran ini sesuai hal rapat koordinasi nasional (Rakornas) Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) yang diselenggarakan di Jogjakarta pada 16-17 September lalu.

Menurut Ketum FHK2I Titi Purwaningsih, aksi besar-besaran ini akan dilakukan pada hari, tanggal, bulan, dan jam yang sama di seluruh Indonesia pada Senin 17 September 2018 besok.

“Seluruh honorer K2 yang diperkirakan 439 ribu orang akan melakukan long march mulai Istana hingga provinsi. Semua serbasama dan serentak. Dari waktu pelaksanaan, materi yang diorasikan hingga seragam yang dipakai,” ungkap Titi kepada media.

Cara ini, lanjutnya, untuk meminta perhatian pemerintah agar memperhatikan nasib honorer K2. Sebab, demo massal yang terjadi serentak di seluruh Indonesia bakal memengaruhi jalannya proses belajar mengajar di sekolah.

“Bisa dibayangkan bagaimana bila kami semua demo serentak di hari dan tanggal yang sama. Sehari saja, nggak perlu lama-lama, bagaimana tuh nasib anak-anak sekolah,” ujarnya.

TULIS TANGGAPAN ANDA PADA KOLOM DI BAWAH INI, TERKAIT DENGAN BERITA DI ATAS
Ads
Pasang Iklan ReaksiPRESS