Beranda Budaya Maros Krisis Guru Kesenian dan Kebudayaan

Maros Krisis Guru Kesenian dan Kebudayaan

Maros.Sulsel – Reaksipress.com – Porsi pembelajaran kesenian dan budaya di sekolah dasar dinilai mengalami kemunduran. Selain bobot waktunya yang dikurangi di kurikulum 13, tenaga pengajar di bidang seni budaya ini amat sangat terbatas, bahkan dikategorikan krisis.

Di Maros, dari 260an Sekolah Dasar, tidak satupun tenaga pengajar yang secara khusus membidangi kesenian dan budaya. Mereka rata-rata berlatar belakang dari bidang lain seperti bahasa dan bahkan mate-matika yang terpaksa menjadi guru kesenian. Akibatnya, bidang ini menjadi tertinggal jauh.

“Maka sangat pantas, jika saat ini anak-anak kita sudah tidak mengenal budaya dan kesenian kita yang sebenarnya sangat kaya, tapi kurang diperhatikan,” kata ketua Badan Kerjasama Kesenian Indonesia (BKKI) Maros, Husni Siame, Selasa (14/8/2018).

Menurut Husni, krisis pembelajaran dan guru seni budaya yang saat ini terjadi di hampir seluruh Indonesia, membuat ancaman serius bagi kelangsungan budaya bangsa yang mulai tergerus dengan akulturasi budaya barat maupun budaya bangsa lain. Padahal, identitas suatu bangsa ada pada budayanya.

“Bayangkan, dari 260 SD di Maros ini, tidak satupun ada seorang guru yang memang orang seni budaya. Ini jelas menjadi ancaman serius buat bangsa kita yang terus tergerus dengan budaya bangsa lain,” lanjutnya.

Sadar dengan ancaman itu, BKKI Maros pun menggelar pelatihan kesenian dan budaya bagi puluhan guru SD di Maros. Mereka dilatih untuk memahami bagaimana menjadi seorang guru seni, meskipun latar belakang mereka dari bidang ilmu lain.

“Selama ini memang kita terpaksa mengajar, meski memang bukan bidang kita. Nah ini kita dilatih baik teori maupun praktiknya. Ini sangat luar biasa karena kita tidak dapat di tempat lain,” ungkap seorang peserta, Nini Indah Bestari.

Nini mengaku, di Kurikulum 13 untuk SD saat ini memang porsi bidang kesenian hanya sekitar 10 persen dari mata pelajaran lain. Beberapa sekolah, pun terpaksa menjadikan bidang kesenian sebagai salah satu kegiatan ekstra kurikuler.

“Di SDN 45 Bonto Kapetta tempat saya mengajar, bidang kesenian dan budaya kami buat ekstakurikuler. Ini kita lakukan karena memang porsinya sangat sedikit di pembelajaran. Kami memang mengedepankan bidang ini sebagai daya tarik buat siswa,” sambung Nini.

Sayangnya, kegiatan yang diinisiasi oleh BKKI Maros ini kurang mendapatkan respon dari Dinas Pendidikan setempat. Bahkan, rekomendasi dinas untuk ke sekolah-sekolah pun tidak di keluarkan oleh mereka dengan alasan bukan bidangnya. Padahal, pesertanya ditujukan buat guru sekolah dasar.

TULIS TANGGAPAN ANDA PADA KOLOM DI BAWAH INI, TERKAIT DENGAN BERITA DI ATAS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Maulid Nabi Di Mata Ilham Nadjamuddin

Maros.reaksipress.com - Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 12 Rabiul Awal penanggalan Hijriah diperingati oleh mayoritas penduduk muslim di dunia, termasuk Indonesia. Di masa...

Ilham Nadjamuddin Hadiri Perayaan Maulid “Lompoa” di Tanralili

Maros.reaksipress.com - Calon wakil Bupati Maros HA Ilham Nadjamuddin, memenuhi undangan warga Dusun Billa, Desa Damai, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, dalam rangka perayaan maulid...

Diza Minta Kader SAPMA Maros Fokus Ukir Prestasi

Maros - reaksipress.com - Dialog Sumpah Pemuda yang dilaksanakan Pemuda Pancasila Kabupaten Maros dihadiri langsung oleh Ketua MPW Pemuda Pancasila Provinsi Sulawesi Selatan, Diza...

Tumbuhkan Ekonomi Keluarga, BMH Bantu Usaha Ibu Wahyuni

Nasional - reaksipress.com - Konsistensi BMH dalam menghadirkan solusi terhadap problem masyarakat senantiasa terus dipelihara melalui berbagai program yang menyentuh langsung kehidupan dan kebutuhan...

Debat Publik Pilkada Maros 2020, Maros Unggul Banjir Pujian Dari Youtubers

Maros.reaksipress.com - Acara debat publik pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Maros oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Maros, baru saja usai digelar di...
TULIS TANGGAPAN ANDA PADA KOLOM DI BAWAH INI, TERKAIT DENGAN BERITA DI ATAS