Maros.Sulsel – Reaksipress.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maros komisi tiga, gelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan puluhan petani Kecamatan Bantimurung, tentang pelaksanaan proyek pengerjaan saluran irigasi induk yang tengah berjalan di Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Bantimurung, Maros. Rabu (15/8/2018).

Proyek pengerjaan saluran irigasi induk ini dikeluhkan petani lantaran dianggap mengganggu masa musim tanam ke tiga (MT3) tahun 2018. Dimana, menurut petani selama pengerjaan proyek perbaikan irigasi, membuat aliran air terganggu. Sehingga, petani tidak bisa melakukan penaburan benih padi.

Perwakilan petani Abdul Asis, dalam RDP tersebut meminta agar pihak-pihak terkait bisa melihat kondisi hamparan sawah milik petani dan melakukan koordinasi, agar proses MT3 dan proses pengerjaan proyek irigasi bisa berjalan beriringan.

“Petani tidak melarang pengerjaan proyek. Kita hanya ingin agar adanya koordinasi antara petani dan pihak terkait. Hal ini demi perputaran ekonomi petani,” katanya.

Ia (Asis) tidak menampik akan kebutuhan petani terhadap air dan saluran irigasi yang baik dan normal. Namun demikian, dirinya menyayangkan jika hamparan seluas 3000 hektar lebih harus sia-sia.

“Kalau petani tidak melakukan penanaman maka akan terjadi kerugian yang luar biasa. Ini yang mesti diperhatikan. Program pemerintah silahkan jalan tapi jangan mengganggu petani,” ujarnya.

Sampai pada penghujung RDP ini, pihak DPRD Maros A. Rijal, mengaku akan melakukan sistem buka tutup pintu air, agar hamparan petani tidak mengalami kekeringan. Terlebih saat ini tengah memasuki musim kemarau.

Laporan : isla

TULIS TANGGAPAN ANDA PADA KOLOM DI BAWAH INI, TERKAIT DENGAN BERITA DI ATAS
Ads
Pasang Iklan ReaksiPRESS