Maros.Artikel- reaksipress.com-“Pemimpin yang baik adalah pemimipin yang mengapresiasi setiap ide dan gagasan yang baik orang lain, meskipun ia belum dikenalnya secara khusus,” Inilah kesan penulis kepada mantan Panglima Kodam Hasanuddin Mayjen TNI Agus SB. Tepat hari senin,  23 Juli 2018 Mayjen TNI Agus SB resmi berpindah tugas sebagai Panglima Kodam XIV Hasanuddin  menjabat sebagai Sesintel Panglima TNI.

Mungkin beliau satu-satunya Jenderal yang duakali menduduki jabatan Panglima di Makassar dengan nama berbeda. Pangdam VII Wirabuana dan Pangdam XIV Hasanuddin. Sebab penulis memberikan kesan mendalam kepada Bapak Mayjen TNI Agus SB. Karena Baliau Panglima satu-satunya atau Jenderal TNI yang membubuhkan tanda tangan untuk buku penulis.

Melalui kata sambutan pada buku Ini Jalanku Dai Kamtibmas. Waktu itu, penulis berpikir bagaimana cara supaya bisa buku saya diberi kata sambutan Panglima. Lahirlah ide untuk menulis prestasi beliau pada oprasi Tinombala, yang hingga menyebabkan mendapat hadiah cindra mata tongkat komando dari Kapolri Jenderal Pol. Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, PhD. Pada saat kujungan kerja ke Sulsel 23 Agustus 2016.

Saat penulis bermohon kata sambutan Panglima. Naskah buku di jilid rapi dan penulis lampirkan kata sambutan Kapolda Irjen Pol Dr. Anton Charliyah, MPKN yang lebih dahulu penulis terima. Dan seluruh sertifikat/piagam pendukung. Penulis serahkan kepada petugas piket di rumah dinas Panglima kompleks Hasanuddin waktu itu. Kemudian pada anggota piket itu penulis meminta nomer Hp Sekrtaris Pribadi Panglima (Sespri) Kol Inv. Effendi Rustan.

Beberapa pekan kemudian penulis mesms Sespri, memohon informasi apakah Bapak Panglima bersedia memberikan kata sambutan? Sespri balas sms penulis bahwa Bapak Panglima bersedia dan pekan depan boleh ke Makodam mengambil naskahnya, kerena Panglima ada di Jakarta waktu itu.

Ketika kata sambutan Panglima penulis suda terima, kemudian melaporkan kepada Kapolda Sulsel, bahwa Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Agus SB memberikan juga kata sambutan pada buku Dai Kamtibmas dibalas sms penulis oleh Kapolda, “Oh sangat bagus sekali, terima kasih infonya, lanjutkan!” Penulis balas, “Siap Jenderal, dilaksanakan.”

Beberapa bulan kemudian, setelah buku itu sudah dirterbitkan oleh PT. Tiga Serangkai dengan cetak awal 3000 eksamplar, penulis dapat jatah 10 dari penerbit sebagai hak pemilik naskah. Penulis bawakan hadiah satu eksamplar buat Panglima. Saat penulis masuk diruangan Panglima di Makodam didampingi Sespri dan dua anggota lainnya, penulis mengucapkan salam dan lansung menyerahkan buku. Ketika Panglima melihat dicover didepan ada nama Kapolri, beliau berkata, “Wah, dikasi kata sambutan Bapak Kapolri juga ya?”

Penulis jawab, “Alhamdulillah, siap, betul Jenderal” Tidak lama penulis berada diruangan kerja Panglima. Karena ada dua buku Panglima juga dihadiahakan kepada penulis diserahkan oleh Sespri, pada saat diruangan itu penulis gunakan kesempatan untuk memohon dibubuhi tanda tangan pada buku yang dihadiahakan tersebut.

Ada kalimat paling bekesan dari kata Sambutan Panglima pada buku penulis dialinea ketiga yaitu, “Saya menyambut baik terbitnya buku ini sebagai karya yang bisa memberi sumbangan pemikiran kepada siapa saja yang peduli terhadap upaya penyadaran dan rehabilitasi insaniyah,  dari jalan kesesatan kerena Miras dan Narkoba ke jalan yang tercerahkan. Buku ini menginspirasi lahirnya da’i Anti Radikalisme yang secara khusus memberi pencerahan kepada kaum muda agar tidak muda tergiur mengikuti ajaran radikal yang menjanjikan surga”

SELAMAT JALAN BAPAK MAYJEN TNI AGUS SB SEMOGA JABATAN BARU SERTA SELURUH KELUARGA DIBERKAHI ALLAH SWT.

Penulis : Ust. Hamka Mahmud, S.Pd
                 (Da’i Kamtibmas Maros)

TULIS TANGGAPAN ANDA PADA KOLOM DI BAWAH INI, TERKAIT DENGAN BERITA DI ATAS
Ads
Pasang Iklan ReaksiPRESS