Berita Maros:Sul-Sel : Prestasi mengejutkan, potensi kecerdasan dan bakat istimewa bahkan dalam program percepatan belajar, ia Athira Damayanti Makmur yang tinggal di Cenrana Maros, terlahir dengan keterbatasan fisik, Namun, keterbatasan itu tidak membuatnya rendah diri untuk menuntut ilmu ke sekolah. Cita-cita untuk membahagiakan kedua orang tuanya membuat dia kuat melawan segala keterbatasan.  Siswa kelas XII IPA SMAN 12 Cenrana Maros. Ini dikenal sebagai salah satu murid paling cerdas di sekolahnya, dia juga termasuk anak yang mudah bergaul sehingga disukai teman-teman sekelas.

Selama 3 tahun menuntut Ilmu, ujian akhirpun berlangsung di SMAN 12 Cenrana Maros dengan Ujian SNasional Berbasis Komputer (UNBK), usai berpose dengan guru dan teman-temannya, Athira sempat terharu hingga meneteskan air mata, saat melakukan pemantauan proses Ujian beberapa waktu lalu, Legislator Sulsel, Irfan AB menaggapi hal tersebut, ” terharu…  mungkin karena hari ini merupakan hari terakhir di ruang kelas, aktifitas hari-hari yang kemudian harus ditinggalkannya”. Hingga hari ini “Athiran Damayanti Makmur” (nama lengkap), selalu menduduki peringkat ketiga di kelas dan lima besar disekolah, tak menjadi no 1, Hanya karena faktor keterbatasan fisik terkait mata pelajaran Olah Raga-nya saja yang rendah dibanding siswa/siswi lainnya sebab denga fisik yang baik, membuatnya harus puas selalu berada di 5 besar.  

Sekolah dengan latar belakang pegunungan, “meski Atira dengan keterbatasan fisiknya,  tapi semangat untuk menuntut ilmu tak terbatas, ia bermental juara dan mengalahkan banyak siswa lainnya yang memilik fisik yang sempurna” ungkap Bapak Uztas Amin, Kepala Sekolah  SMAN 12 Cenrana Maros.

“Mungkin saja suatu saat nanti Athira bisa mengikuti jejak Stephen Hawking-seorang Ilmuwan Fisika yang duduk dikursi Roda selama bertahun-tahun, terkenal dan menjadi fisikawan terkemuka di Abad ke 20 karena teorinya tentang jagad raya” Tambah M Irfan AB penuh harap. 

Atirah kini membutuhkan perhatian dan kedekatan kita, untuk mengantarnya kejenjang yang lebih tinggi, atau  mengantarnya di kesempatan berpendidikan, mungkin untuk melaju ke perguruan tinggi, tanpa ia mengenal  mahalnya biaya pendidikan bagi anak daerah juga demi meringankan beban fisiknya. Menilik hal ini, diperlukan upaya pemerintah untuk meningkatkan pemerataan pendidikan yang terutama bagi keluarga yang tidak mampu, ia “Atira” anak-anak dan adik-adik kita dengan kebutuhan khusus demi pencapaian prestasi yang membanggakan negeri tercinta ini.
———-
Adaptasi dari postingan M. Irfan AB & Muhammad Amin (Kepsek SMA 12 Cendrana Maros)
Tulis : Kaimuddin Mbck. 
TULIS TANGGAPAN ANDA PADA KOLOM DI BAWAH INI, TERKAIT DENGAN BERITA DI ATAS
Ads
Pasang Iklan ReaksiPRESS