Maros-Sulsel. www.reaksipress.com. Salah satu program pemerintah yang berhasil dilaksanakan guna memutus mata rantai kemiskinan melalui Pendidikan dan Kesehatan melalui Program Keluarga Harapan (PKH).
Hal ini diungkapkan oleh Koordinator Kabupaten Maros Program Keluarga Harapan, Muhammad Agus pada saat Pertemuan Awal, Sosialisasi, dan Validasi Calon Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan Jum’at (17/11/2017)di Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Muhammad Agus menjelaskan bahwa Program Keluarga Harapan (PKH) adalah program nasional yang dikenal dengan Program Bantuan non tunai bersyarat atau biasa dikenal dengan CCT (conditional cast transpert) yang ditujukan kepada keluarga miskin.
“Muatan program ini adalah pendidikan,  kesehatan,  lansia, dan disabilitas” ungkapnya.
Muhammad Agus kepada kontributor www.reaksipress.commenambahkan Kabupaten Maros mulai tersentuh program ini sejak tahun 2013 dengan jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebanyak 8109.
Kata dia, tahun ini kebijakan pemerintah melalui Kementerian Sosial, Kabupaten Maros kembali mendapatkan perluasan jangkauan KPM sebanyak 3559  yang saat ini dalam proses validasi
 “Validasi ini harus tuntas bulan ini sehingga nantinya tahun 2018 total KPM PKH Kabupaten Maros sebanyak 11.668  penerima manfaat sekira total anggaran kurang lebih 23 milyar pertahun” Jelasnya
Selain itu, dirinya berharap Pemerintah Kabupaten Maros dapat bersinergi dengan program nasional ini dengan adanya dukungan dana sharing yang dapat meringankan beban pendamping dalam menjalankan tugasnya.
Senada dengan itu, salah satu pendamping PKH Kecamatan Turikale, Irfan Muslimin menyatakan semoga Bupati Maros dapat memberikan dana penyertaan anggaran kepada 36 petugas pendamping PKH, sebagai bentuk komitmen daerah dalam upaya pengentasan kemiskinan Kabupaten Maros.

Kontributor : Indra. A

Editor             : A.Maradja
TULIS TANGGAPAN ANDA PADA KOLOM DI BAWAH INI, TERKAIT DENGAN BERITA DI ATAS
Ads
Pasang Iklan ReaksiPRESS