Maros-Sulsel.reaksipress.com. Ratusan angkutan konvesional mobil daerah, ojek  motor di Kabupaten Maros  melakukan mogok massal dan dan menggelar Aksi demonstrasi, Rabu (01/11/2017) menuntut pembatasan operasi dan regulasi angkutan umum berbasis online GRAB.
Aksi gabungan pengemudi angkutan konvesional tersebut bersama Organisasi Angkutan Darat (ORGANDA) Kabupaten Maros, meminta pemerintah dalam hal ini dinas perhubungan untuk membuat regulasi yang jelas tentang operasi transportasi online GRAB dan pemberlakuan Peraturan Menteri Perhubungan No 108 Tahun 2017 tentang penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek.
Massa yang berkumpul di eks terminal Marusu Maros, kemudian bergerak ke arah simpang tiga Jalan Jenderal Sudirman-Lanto dg.Pasewang sekitar pukul 09.00 Wita, dan setelah berorasi selama lima belas menit kemudian bergerak ke gedung DPRD Kabupaten Maros.
Para pengunjuk rasa melanjutkan aksinya di simpang lima bandara udara internasional Sultan Hasanuddin dan melakukan orasi selama lima belas menit, dan melanjutkan konvoi ke depan kantor Gubernur Sulawesi Selatan, bergabung bersama ORGANDA dan pengemudi angkutan konvensional dari beberapa kabupaten.
Dalam orasinya, pihak ORGANDA Maros meminta Pemda Maros membuat aturan atau PERDA yang mengatur angkutan konvensinal dan online agar tidak saling mengganggu.
“kami akan menindak taksi online yang belum resmi. Masih banyak yang belum memiliki KIR dan sticker dari Dinas Perhubungan, dan kami berharap ini ditindak lanjuti.” Kata Ikran P. Siga, yang juga ketua ORGANDA Maros dalam orasinya.

Reporter : KaIs

Editor     : A.Maradja
TULIS TANGGAPAN ANDA PADA KOLOM DI BAWAH INI, TERKAIT DENGAN BERITA DI ATAS
Ads
Pasang Iklan ReaksiPRESS